Widget edited by super-bee

Pages

Sunday, 4 January 2015

✎ Filosofi Mereka, Para Pendaki Gunung !


Masa muda biasanya dikenal dengan masa yang tak terlupakan bagi setiap manusia. Pada saat usia muda, terutama bagi mereka yang belum menikah atau single lagi besar-besarnya tenaga dan semangat yang mereka miliki. Namun jika mereka menyalurkan tenaga yang berlebihan tersebut misalnya ke kegiatan pendakian gunung, maka mereka pasti mengalami dan dapat mengambil hikmah dari kegiatan pendakian gunung, diantaranya adalah:

1. Mendaki gunung adalah perjalanan menaklukan diri sendiri

Kegiatan pendakian adalah perjalanan menuju puncak. Dalam hal ini si pendaki dituntut untuk menekan ego diri sendiri agar menaklukan zona nyamannya. Jikalau kita dirumah masing-masing serba ada dirumah yang kita tempati, namun digunung kita dituntut untuk makan seadanya. Mengontrol perilaku kita dimana mungkin diantara kita suka emosi dengan mengumpat, mengucapkan kata-kata yang tidak pantas karna digunung biasanya tempat hidupnya hewan buas yang seringkali mengintai kita dari kejauhan yang tidak suka suara gaduh dan pastinya penunggu-penunggu lain yang tak kasat mata. Maka gununglah tempat yang pas untuk para pendaki mengontrol egonya. Yang bisa mengontrol egonyalah yang berhak mencapai puncak.

2. Saat tak ada yang bisa jadi tumpuan, kamu akan belajar agar percaya akan segala kemampuan dan keyakinan



Kegiatan pendakian berati pendaki harus menaklukan diri sendiri dan berdiri tegap untuk menaklukan alam bebas. Kegiatan ini menuntut para pendaki untuk mampu beradaptasi dengan keadaan alam sekitar yang tak ada listrik, sinyal internet maupun telpon. Justru dengan kondisi inilah para pendaki belajar menggunakan seluruh panca indera dan mempelajari tanda-tanda alam sekitar. Misalnya mengapa hewan-hewan gunung seringkali turun gunung, maka hal itu menunjukan pertanda bahwa gunung akan meletus. Dari hal inilah para pendaki bisa menikmati seluruh kondisi alam bebas dengan mengoptimalkan seluruh panca indera dan berjuang dengan tenaga sendiri untuk mencapai tingkatan yang paling tinggi.

3. Kegiatan ini memang mengeluarkan bulir-bulir peluh yang banyak bercucuran, namun dari hal ini kamu akan menghargai hal kecil yang sering diremehkan

Hal ini bila dilihat secara kasat mata dipandang kegiatan yang sederhana dan sepele. Namun dari hal ini pendaki dilatih untuk menghargai hal yang sering kali dianggap hal yang remeh. Namun dari hal sepele lah hidup mati pendaki ditentukan. Contohnya, ketika kita direstoran maupun dirumah seringkali makan tidak habis. Namun bila digunung, para pendaki dituntut makan seadanya berdasarkan logistik yang mereka bawa karena mereka yakin karena setiap suap logistik yang mereka makan merupakan sumber kekuatan. Begitu juga dengan air. Ketika stok air para pendaki habis maka ketika mereka menemukan sumber mata air maka mereka akan bergembira layaknya baru lulus dari sekolah.

4. Semangat solidaritas yang seringkali dibagikan secara cuma-cuma, membuat para pendaki ketagihan untuk melakukan pendakian bersama



Seorang pendaki tidakkan ragu untuk menyemangati pendaki lain agar bersama-sama mencapai puncak. Tak jarang terdengar kata-kata penyemangat seperti ini: “ ayo sedikit lagi brow, tanggung kalo ga nyampe puncak, semangat elo pasti bisa kawan!” Selain itu para pendaki juga tidak ragu membagikan logistik mereka kepada pendaki lain meskipun belum mengenal satu sama lain. Karena mereka yakin bila membagikan logistik kepada pendaki lain maka akan ada jiwa yang terselamatkan. Tanpa disadari gunung mempunyai kekuatan supranatural yang membuat para pendaki yang saling mengenal.

5. Walaupun gunung yang sama yang pernah didaki, namun seringkali menampilkan pesona baru yang sulit dilupai

Kadang kita merasa tertegun, mengapa ada pendaki yang mau mendaki gunung yang sama…? Bukannya gunung yang sama, kenangan yang dilalui juga sama…? Yaa.. mungkin yang didaki adalah gunung yang sama. Tapi pasti ada kenangan yang berbeda didalamnya. Hal yang berbeda mungkin saja teman pendakian, jalur yang dilewati dan kondisi cuaca yang berbeda. Pengalaman yang berbedalah yang membuat para pendaki sering berkunjung ke tempat yang sama.





Sumber Artikel : kompasiana

Comments
0 Comments

0 comments:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Post a Comment

Total Pageviews

Histats