Widget edited by super-bee

Pages

Thursday, 25 July 2013

✎ Domba Garut Yang Istimewa



Domba gagah blesteran
domba dari tiga benua.
Blesteran Jawa, Afrika, dan Bule 
Domba Garut merupakan hasil perkawinan silang antara domba jawa ekor gemuk, domba kaapstad dari Afrika, dan domba merino asal Australia. Itulah kenapa, tampang domba Garut memang berbeda dari domba asli dalam negeri. Badannya tinggi tegap. Otot-ototnya besar. Berat badannya bahkan ada yang mencapai 100 kilogram. Tanduk domba jantannya berukuran cukup besar. Tanduknya melengkung ke belakang dengan ujung mengarah ke depan. Disebut domba Garut, karena domba ini banyak dikembangkan di Kota Garut, Jawa Barat.

Bu Dede RBC, salah
satu inohong domba Garut
yang terkenal.

Domba Laga 
Domba Garut dipelihara sebagai domba laga. Meskipun domba laga, domba Garut tidak hanya dilatih bertarung. Tetapi, ia dilatih juga cara berjalan layaknya perwira militer. Jalan harus tegap dan gagah. Ketika bertempur, dia harus menunjukkan sikap perwira dan pemberani. Tentu saja, juga lihai bertempur.

Domba-domba ini biasa dipertandingkan di arena seni dan ketangkasan laga domba. Ada banyak arena seperti ini di Garut. Domba yang berhasil menjadi juara, biasanya akan menjadi idola. Harga jualnya bisa melambung hingga puluhan juta rupiah. Para inohong(penghobi domba) berebut mendapatkannya untuk dijadikan pejantan. Tujuannya, agar domba-domba keturunannya bisa sehebat si juara itu, sehingga harganya mahal. 
Domba Seni 
Domba Garut sangat terkenal akan kegagahannya. Domba ini banyak dipertandingkan dalam arena-arena seni dan ketangkasan laga domba di Kota Garut, Jawa Barat. Banyak inohong (penghobi domba) di Garut yang menghabiskan modal berjuta-juta hanya khusus untuk merawat domba ini.
Teratur dimandikan seminggu sekali.
Olah Raga Teratur 
Domba Garut yang dikhususkan sebagai domba laga diperlakukan istimewa. Pemiliknya rutin melatih domba ini agar dapat bersikap dan berperilaku gagah di arena. Agar otot-otot badannya kuat dan terlihat indah, domba ini dilatih berenang dan jogging. Setiap pagi, domba ini dijemur agar cukup mendapatkan vitamin D yang bagus buat kekuatan tulangnya.


Kandang sehat, makanan bergizi.
Makanan Bergizi Tinggi 
Makanan domba seni juga benar-benar diperhatikan gizinya. Rumput untuk makan mereka harus bersih dari cacing dan pestisida. Kadang, rumput itu dicampur wortel dan tomat. Kadang, dicampur kulit kedelai untuk menggemukkan. Khusus untuk kekuatan, domba ini diberi jamu madu campur telor. Kebersihan domba juga sangat diperhatikan. Seminggu sekali, ia dimandikan. Bulu-bulunya dirapikan agar terlihat mengkilat. Selain itu, kandangnya khusus dan sangat diperhatikan kebersihannya. Jangan-jangan, domba Garut justru lebih sehat dari pemiliknya, ya? Hehehe.....(teks: Joko, foto: Ricky Martin )



Sumber : kidnesia.com

Wednesday, 17 July 2013

✎ Mendaki Gunung Merbabu



Gunung merbabu terletak di Magelang dan Boyolali dengan ketinggian 3.142M dpl berhadapan langsung dengan gunung Merapi. Kami mendaki lewat Kecamatan Selo(jalur selo atau jalur selatan) yang berada diantara Gunung Merapi dan Merbabu. 
Mencari Basecamp
Dari pusat kota Yogyakarta, Jum’at 5 Juli 2013  kami  butuh sekitar 2 jam lebih hingga mencapai basecamp dilereng Merbabu. Beranggotakan 10 orang kami diharuskan untuk mantap dan yakin agar perjalanan senantiasa lancar tanpa gangguan. Amiin... 

Tepat waktu maghrib, kami tiba di bacecamd, istirahat sejenak sambil memesan makanan sekedar untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.Makanan dan minuman, seperti nasi goreng, mie rebus, teh, kopi  dan aneka cindera mata berupa gantungan kunci kaos tangan  juga bisa di peroleh di basecamp yg berupa rumah-rumah penduduk ini.  Sebelum mendaki saya sempat pesan mie rebus yang di bandrol 8000 rupiah sudah termasuk tehnya. Walau Cuma mie instan campur telor, tapi lumayanlah bisa bikin sedikit kenyang,  lagi pula yang kami siapkan dalam perjalanan hanya roti, susu, madu dan 15 liter air minum dan tentunya harus benar2 berhemat karena menurut teman kami yang pernah mendaki kira2 butuh 7-8 jam untuk sampai ke puncak. 
Persiapan
Rute Perjalanan



Udara super dingin mulai membuat tangan dan kaki mengkerut, hamper  mati rasa. Ada kejadian saat saya gak sengaja meremas knalpotmotor  yang sebenarnya  masih panas, tapi hasilnya hanya merah doang. Entah karena dinginnya yang ultimate greget atau tangan saya yang sakti.

Alhamdulillah hari itu cuaca sedang  cerah-cerahnya, berbintang. 

Pendakian kami mulai pukul 19.00 wib sehabis sholat Isa. Beberapa jam mendaki jalanan terjal dan berlubang silih berganti kami lalui, untung nya tidak ada hewan semacam ular atau penampakan hantu secara tempatnya juga terbilang angker. 
Beristirahat di Pos I
Melalui jalur Selo ini kami dikejutkan oleh banyaknya percabangan jalan, bermodal peta dan insting serta bantuan pendaki lain, kami melanjutkan perjalanan meskipun didepan menunggu sisi jurang terjal yang sangat berbahaya.  Setelah 4 jam mendaki kami berpapasan dengan pemandangan indah bunga edelweiss di sisi kiri kanan jalan, yang katanya bunganya tidak bisa layu walau sudah dipetik dan didiamkan bertahun-tahun.
Perjalanan pulang
Lanjut
Bunga Edelweiss
Bunga Edelweiss 2
Tidak lama kemudian kami tiba di daerah Batu Tulis, yaitu tempat terbuka yang cukup luas, di tengahnya terdapat sebuah batu yang cukup besar. Kenapa diberi nama demikian, ya mungkin karna banyak terdapat coretan gak jelas di dinding batu. 
Batu tulis (saat perjalanan pulang)
Sabana
Sekitar pukul 02.00 malam hari, kami berhenti di daerah Sabana, cukup luas dan terbuka seperti lapangan padang rumput. Puncaknya sudah kelihatan, tapi karna kelelahan. Kami putuskan mendirikan tenda yang telah disewa berjumlah 2 buah. Udara disertai angin kencang dan dingin membuat kami malas keluar tenda, keasyikan tidur, jadinya batal melihat sunrise, sedangkan diluar tenda beriringan pendaki lain, cukup banyak ternyata pada hari itu, perempuan sampai pendaki yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun ada. 
Pukul 07.30 WIB (melanjutkan perjalanan dari sabana)
Semangat
30 Menit sebelum puncak
Kami melanjutkan perjalanan ke puncak pukul 07.30 pagi. Saya meluangkan diri naik ke bukit dekat tenda untuk mengabadikan sunrise.Tak disangka-sangka, gunung Lawu juga tampak puncaknya. Momen ini diabadikan pukul 05.30. 
Foto diambil dari Sabana Pukul 05.00 WIB
Sunrise dan Gunung Lawu Pukul 05.30 WIB
Pukul 09.00 kami berhasil mencapai puncak. Tapi gak tahu juga puncak yang mana(karena puncaknya ada 7) disini kita dapat memandang Gn. Merapi yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gn. Sumbing dan Sindoro yang kelihatan sangat jelas dan gagah.  Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn. Lawu dengan puncaknya yang memanjang.
Puncak Pukul 09.00 WIB , 06 Juli 2013
Tampak dibelakang adalah Gunung Merapi

Koleksi Foto => Disini

Sungguh ekspedisi yang menguras tenaga...tapi semua akan terbayarkan saat di berada puncaknya.
Mari kita jaga
semua keindahan alam ini ada di Indonesia.




Wednesday, 10 July 2013

✎ Karangantu. Pelabuhan "SINGAPORE"nya BANTEN yang terlupakan

Banten merupakan pelabuhan yang penting bila dilihat dari sudut geografi dan ekonomi karena letaknya yang strategis dalam penguasaan Selat Sunda. Kejatuhan Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511 menyebabkan para pedagang muslim enggan untuk melalui Selat Malaka. Para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat mengalihkan jalur perdagangan ke Selat Sunda, sehingga mereka pun singgah di Karangantu. Sejak itu, perlahan tapi pasti, Karangantu menjadi pusat perdagangan Internasional yang banyak disinggahi oleh para pedagang dari Benua Asia, Afrika dan Eropa. Dapat dibayangkan betapa besar dan ramainya Bandar Karangantu saat itu. Karangantu sendiri terletak tidak jauh dari objek-objek wisata di Banten lainnya seperti Masjid Agung Banten, Keraton Kaibon, dan lain-lain di Kecamatan Kasemen, Serang – Banten.


Saat ini Karangantu hanya sebuah pelabuhan kecil yang sama sekali tidak menunjukkan bukti-bukti kebesarannya di masa lalu, sebaliknya pelabuhan yang pernah dijuluki sebagai ”Singapore-nya Banten” ini sekarang lebih terkesan kumuh. Sampai sekarang pelabuhan ini masih dimanfaatkan untuk pelabuhan dan pusat perdagangan ikan, khususnya untuki daerah Serang sendiri. Pada tahun 1991 pelabuhan ini pernah dikeruk agar kapal-kapal yang bertonase besar dapat masuk.



Meskipun kondisi objek bersejarah ini kurang optimal karena terkesan kumuh, akan tetapi Pelabuhan Karangantu memiliki kharisma tersendiri. Karena Pelabuhan Karangantu merupakan salah satu pelabuhan yang sangat terkenal pada zaman kejayaannya, bahkan para bangsa Barat pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara berawal dari tempat ini. Oleh karenanya, Pelabuhan Karangantu dapat dibilang sebagai salah satu titik awal perkembangan peradaban di Indonesia. Selain itu, di pelabuhan ini pada setiap Bulan Oktober atau November setiap tahunnya diselenggarakan Pesta Ruat Laut.



Selain sebagai upacara tradisi nelayan, pesta laut tersebut juga sekaligus untuk mengenang kejayaan masa lalu Banten. Objek bersejarah ini dapat menjadi salah satu alternative tujuan wisata anda untuk menghibur, sarana edukasi, bahkan bagi anda yang memiliki hobi dengan dunia bahari, karena anda juga bisa memancing.



Lihat Sumber


Total Pageviews

Histats