Widget edited by super-bee

Pages

Sunday, 28 August 2011

✎ Berwisata Ramah Lingkungan



































Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa berwisata menjadi salah satu kebutuhan manusia. Kebutuhan untuk mendapatkan hiburan melalui tempat wisata akan memberikan dampak positif pada wisatawan itu sendiri. Sebelumnya anda telah mengetahui bahwa perjalanan wisata yang anda lakukan bisa berdampak buruk pada lingkungan. Tapi bukan hal yang tidak mungkin jika anda melakukan wisata yang ramah lingkungan. Anda telah mengetahui beberapa hal yang harus anda lakukan sebelum berwisata dan selama perjalanan ke tempat wisata. Beberapa hal diatas merupakan hal standar yang menjadi pertimbangan sebelum berwisata. Hal yang selanjutnya adalah saat kita telah sampai di tempat tujuan wisata. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat sampai di tempat tujuan wisata yaitu:
● Memilih hotel atau penginapan yang ramah lingkungan. Hotel atau penginapan ramah lingkungan yang dimaksud adalah yang memiliki pengolahan sampah cukup baik (organik & anorganik), memelihara kelestarian lingkungan hotel termasuk dengan membiarkan burung-burung yang ada beterbangan bebas, merawat tanaman atau pohon yang dapat mendatangkan burung-burung serta sebagian besar karyawan berasal dari penduduk lokal. Jika sebagian besar karyawan adalah masyarakat sekitar maka penggunaan bahan bakar untuk menuju ke tempat kerja akan berkurang. Hal tersebut akan mengurangi emisi gas yang terbuang ke udara.
● Jika makan di luar hotel, coba memilih restaurant yang memiliki menu masakan lokal. Masakan lolal tidak membutuhkan bahan yang diambil dari tempat yang jauh, yang memerlukan bahan bakar yang banyak untuk mendatangkannya.
● Jika dibungkus, jangan memilih makanan yang menggunakan styrofoam sebagai pembungkus. Styrofoam merupakan bahan pembungkus yang tidak dapat didaur ulang.
● Bawalah tempat minum isi ulang. Dengan membawa tempat air minum isi ulang maka anda akan membantu mengurangi sampah dari tempat air minum dalam kemasan.
● Bawalah lap atau serbet yang bisa digunakan berulang kali. Minimalkan penggunaan tisu karena semakin banyak tisu atau kertas yang digunakan maka akan semakin banyak pohon ditebang.
● Bawa perlengkapan mandi sendiri sehingga tidak perlu membeli lagi di lokasi wisata, hal tersebut juga akan mengurangi sampah.
● Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan.
● Jika membeli cinderamata belilah yang bersifat lokal yang diproduksi oleh orang lokal karena jika membeli bukan barang lokal maka biaya mendatangkan barang dari tempat yang jauh serta penggunaan bahan bakar juga akan bertambah. Hal tersebut menambah emisi gas buang yang terbang ke udara. Selain itu jangan membeli souvenir yang berbahan dari bagian tubuh satwa. Hal ini akan mengakibatkan ada satwa yang mati untuk dijadikan souvenir.
● Gunakan kamera digital, jangan menggunakan kamera foto langsung jadi. Hasil dari kamera digital dapat kita pilih untuk dicetak, berbeda dengan kamera langsung, jika kita tidak cocok maka akan minta difoto lagi. Selain boros biaya, hal tersebut juga akan menambah sampah.
● Bawalah tas belanja sendiri. Dengan membawa tas belanja sendiri maka anda mengurangi penggunaan sampah plastik atau kertas.
● Jika tidak diperlukan, tidak perlu meminta struk belanja. Pada akhirnya struk belanja tersebut akan dibuang.
● Jika berkeliling kota, gunakanlah transportasi umum atau jika tidak teralu jauh cukup berjalan kaki saja. Jalan kaki juga akan membuat anda lebih sehat.






Sunday, 14 August 2011

✎ Dataran Tinggi Dieng

Daerah Dataran Tinggi Dieng yang berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara menyimpan sejuta kisah masa lampau berikut bukti-bukti sejarah yang tersimpan rapat dalam kemolekan alam yang senantiasa berselimut kabut. Semuanya tetap terasa indah walaupun dimana-mana terlihat kebun kentang dan tanaman hortikultura lainnya.
Suasana hujan, dingin dan basah sangat terasa ketika menapaki jalan menanjak dari daerah Kabupaten wonosobo. Dataran tinggi Dieng berada sekitar 2100 mdpl, dengan suhu udara di musim hujan sekitar 11-18 derajat celcius, jika musim kemarau suhu minimun mencapai 0 derajat celcius, dan tanaman bisa mati. Bulan Juni sampai Agustus biasanya terjadi suhu ekstrim ini. Turun es, tapi tidak seperti salju yang lembut, es tersebut terlihat jelas ketika pagi hari, bisa dilihat pula es-es tersebut menempel pada daun tanaman. Jika ingin merasakan es jatuh dari langit,,monggo datang pada musim kemarau, dan dapatkan sensasi es di indonesia, tepatnya di pulau Jawa.
Dalam Perjalanan
Perjalanan dari Temon, Kulon Progo, sekitar 4-5 jam. Kalau ingin melihat matahari terbit, silahkan pergi malam hari setelah magrib. ada tempat terdekat untuk melihat sunrise, yaitu menara pandang, bisa lihat golden atau silver sunrise.



Ini jarak dari menara pandang ke Dieng Kulon (tempat dekat Candi Dieng).
Candi Dieng merupakan sebuah komplek candi yang bersifat agama Siwa, terletak di datar tinggi Dieng (Dihyang) 
Candi-candi itu andi Arjuna, candi Semar, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, Bima, Dwarawati, Gatotkaca.
Penduduk Dieng rata-rata adalah petani, komiditas utamanya adalah kentang, besar-besar sekali kentang di Dieng, ga kalah sama kentang aussy .. datang dan coba beli kentang di sana, pasti ga kecewa. Lahan yang subur menjadikan hasil pertanian mereka melimpah, alahan-lahan sempit mereka mafaatkan buat tanaman sayuran dan kentang. Satu lagi yang menajdi rahasia mereka dalam menghasilkan kentang yang bagus adalah sistem irigasi dan terasering yang unik, bisa dikatan sangat curam buat terasering itu, tp ada sebuah cerita bahwa cara irigasi itu mereka warisakan dari nenek moyang mereka dulu, dan dikaitakn dengan kepercayaan mereka (saya lupa lengkapnya sistem irigasi ini).
Panen Kentang 
Ada lagi tanaman khas disini yaitu Carica, hanya tumbuh dan berkembang di daerah ini, buahnya harum, manis dan segar, biasa disajikan dalam bentuk minuman buah dan manisan.

Yang kuning itu namanya Carica
Dieng menyimpan banyak potensi alam, selain subur akan tanah buat bertani, dieng merupakan dataran yang banyak menyimpan energi panas bumi dan bisa dikatan sangat melimpah. Panas bumi ini masih sangat sedikit dimanfaatkan. butuh investor yang mampu untuk memanfaatkan semuanya.


Penjelajahan berlanjut menuju kawah lain, yaitu Kawah Sikidang. Berjalan-jalan di kawah ini tidak boleh sembarangan. Harus pandai-pandai memilih kontur tanah untuk menjejakkan kaki. Pasalnya, lubang-lubang bekas kawah terdapat dimana-mana. Di beberapa tempat terlihat tanah basah dengan air yang bergolak mendidih. Tanah-tanah ini berbahaya bila dipijak karena sangat rapuh dan mudah longsor. bau belerang pun terasa sangat menyengat.


Ini adalah kawah Sikidang, masih mengeluarkan gas belerang, terkadang terdapat kandung gas CO2, sekitar kawah ini ada panas bumi yang sudah dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai pembangkit listrik.
Kawah Sikidang

Kunjungi Telaga warna juga ya....
Sehari disana sangat menyenangkan, ini saya sharing perjalanan selama di Dieng..!!





Ini adalah salah satu tempat indah di negeri tercinta Indonesia, msh banyak lagi tempat yang blm kita tau, I LOVE INDONESIA

pembaca yang baik selalu meninggalkan komen....!!!!


Sunday, 7 August 2011

✎ Ke Waduk Sermo jalan kaki


"Apa yang kalian lihat ini jangan ditiru, semangat yang menggebu-gebu terkadang membuat kita lupa dengan kondisi sekitar, termasuk jarak.......
berikut keceriaan pemuda dusun Kedung Banteng saat berangkat ke Waduk Sermo sekitar 20 km....
cukup dekat memang, tapi kalo jalan kaki......?? hm
Berikut foto yang berhasil diabadikan....






"Foto diatas diambil saat berangkat ke Waduknya..., pas perjalanan pulang gak ada soalnya pada loyo semua termasuk fotografer nya....
"Akhirnya perjalanan pulang ke rumah pun sampai ada yang mewek, gak kuat .... kecapean...!!!

Saturday, 6 August 2011

✎ Batik Geblek Renteng, khas Kulon Progo



Launching Motif Batik Khas Kulonprogo Geblek Renteng yang menjadi icon kabupaten paling barat di propinsi DIY di obyek wisata alam Dolan Deso di desa Banjarasri Kecamatan Kalibawang, Jum'at malam (25/5) berlangsung meriah. Acara di gelar sekaligus bersamaan dengan kegiatan Festival Kesenian Rakyat (FKR) yang menampilkan kesenian dari 12 Kecamatan, serta pentas kembang api.

Acara dihadiri Bupati Kulonprogo, dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bakri, Dirut Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat dr. GunNugroho Samawi,Forkorpimda, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Umum panitia lomba disain batik khas Kulonprogo dr.Hj.Dwikisworo Setyowireni,Sp.A(K), mantan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo serta pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Kulonprogo.

Pemenang lomba Ales Candra Wibawa siswa SMAN 1 Wates menerima hadiah sebesar Rp.15 juta, yang diserahkan Bupati selain itu juga diberikan hadiah kepada enam pemenang nominasi dan penghargaan kepada Dewan Juri.

Pada kesempatan itu juga digelar peragaan busana batik motif Geblek Renteng oleh beberapa pejabat Kulonprogo seperti Kadinas Budparpora Eko Wisnu Wardhana bersama Camat Sentolo Ir.Aspiyah,MSi yang memakai baju dengan dasar warna merah, Staf Ahli Bupati Dra.Hermintarti,MM yang memakai baju warna dasar Hijau, Kadinas Perindag ESDM Ir.Djunianto Marsudi Utomo dan Kadinas Koperasi UMKM Niken Probolaras dengan dasar warna biru, serta beberapa karyawan pemkab dan siswa baik SD,SMP maupun SLTA.

Dalam kesempatan itu Bupati menerima baju lengan panjang motif Geblek Renteng dengan paduan warna merah dan putih dari pemenang Ales Candra Wibawa yang sekaligus dipakai di atas panggung.

Selain menampilkan peragaan busana, juga dilangsungkan lelang 10 lembar lebih batik tulis motif Geblek Renteng yang semuanya laku terjual di atas Rp.300 ribu perlembar, bahkan Bupati lelang tertinggi yakni Rp.600.000,-.
Bupati Kulonprogo, dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengatakan dengan nama yang agak nyleneh (antik) Geblek Renteng diharapkan akan membikin penasaran, sehingga kalau datang ke Kulonprogo belum puas atau afdol, kalau belum membeli batik Geblek Renteng.
"Setelah dilaunching sebagai batik motif khas Kulonprogo, dalam tahun ajaran baru nanti para siswa wajib memakai sebagai seragam sekolah, dan juga para PNS Pemkab,"kata Hasto.

Hasto menambahkan produksi batik di kerjakan pengrajin Kulonprogo tidak boleh dari luar, untuk menghidupkan ekonomi kreatif perajin batik lokal. Sebagai wujud nyata program Pemkab Kulonprogo yakni beli Kulonprogo dan bela Kulonprogo.

gambar untuk makanan geblek, ini penampakannya...
KLIK !! :

rasanya gurih, beraroma bawang....

Total Pageviews

Histats